Apa itu Defrag dan Masih Perlukah Defrag di Windows 10?

3 min read

Apa itu Defrag

Disk Defragmenter (atau yang sering disingkat Defrag) cukup populer di kalangan penggemar komputer. Defrag ini sudah ada sejak Windows XP dan terkenal karena kemampuannya untuk mempercepat kinerja komputer. Banyak orang menggunakan defrag harddisk ini untuk memperbaiki komputernya yang lemot. Sayangnya, tidak sedikit pula yang belum mengetahui fitur Windows yang satu ini. Oleh karena itu, pertanyaan yang kerap muncul adalah: Apa itu defrag? Dan apakah defrag masih diperlukan di era Windows 10 ini?

Apa itu Defrag?

Sebelum mengenal apa itu defrag, kita perlu mengenal terlebih dahulu tentang cara kerja harddisk. Harddisk menyimpan data ke dalam bagian-bagian kecil yang disebut “sector“. Tiap sector biasanya berukuran 512 byte hingga 4 KB. Misalkan Anda mempunyai file berukuran 1 MB (setara 1024 KB) dan sector di harddisk Anda berukuran 4 KB, maka file tersebut akan disimpan ke dalam 1024 : 4 = 256 sektor. Namun, adakalanya sector-sector tersebut berantakan sehingga kerja komputer menjadi lebih lambat. Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat ilustrasi berikut.

Misalkan harddisk saya mempunyai 10 sector atau bagian. Saya menyimpan 3 file ke dalam harddisk saya, misalnya file A berukuran 2 sector, file B berukuran 2 sector, dan file C berukuran 3 sector.

Sebelum defrag

Kemudian saya menghapus file B. Hal ini mengakibatkan ada ruang kosong di antara file A dan C.

File B didelete

Saya kemudian menambahkan file D berukuran 4 sector. Karena ada ruang kosong antara A dan C, maka file D akan dipecah menjadi 2 bagian.

File D ditambahkan

Karena terpecah menjadi 2 bagian, hal ini mengakibatkan komputer lebih lama dalam membaca file D tersebut. Di sinilah Disk Defragmenter ini berperan penting. Defrag ini bekerja dengan “menata ulang” file-file yang terpisah/terpecah pada harddisk Anda. Ketika harddisk saya tadi di-defrag, maka posisinya akan menjadi seperti berikut ini.

Setelah defrag

Sector-sector yang ada menjadi lebih teratur, bukan? Nah, sector yang lebih teratur tersebut membuat komputer lebih cepat dalam membaca file tersebut, yang secara langsung juga mempercepat kinerja komputer secara keseluruhan.

Baca juga:  5 Cara Mematikan User Account Control di Windows 10, 8, 7

Perlu atau Tidak?

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah defrag harddisk masih diperlukan di tahun 2020 ini? Satu dekade yang lalu, hampir semua pakar komputer menyarankan Anda untuk defrag harddisk. Namun, perkembangan teknologi menyebabkan hal tersebut berubah. Banyak sumber menyarankan agar Anda tidak melakukan defrag secara manual, terlebih bila Anda menggunakan SSD. Lalu, apa alasannya tidak perlu lagi defrag harddisk secara manual?

1. Anda sudah menggunakan SSD

Samsung Evo SSD

SSD (Solid State Drive) merupakan terobosan yang tergolong lumayan baru dalam media penyimpanan. Berbeda dengan hard disk drive/HDD yang menyimpan data dalam bentuk piringan magnetik, SSD ini menyimpan data dalam bentuk memori flash (NAND). Penggunaan memori flash ini memungkinkan SSD dapat mengakses data dengan kecepatan hanya 50 mikrodetik (300 kali lebih cepat dibanding rata-rata HDD yang membutuhkan waktu 15 milidetik).

Memori flash di SSD ini mempunyai “batas umur”, yang ditentukan oleh banyaknya write (tulis data) pada SSD. Sebagai contoh, bila tiap hari Anda menulis 20 GB data ke sebuah SSD Samsung 850 EVO 500 GB (yang mempunyai batas 150 TB total write) maka diperkirakan SSD tersebut baru rusak setelah 20 tahun. Sementara itu, satu kali proses defragmentasi dapat menulis puluhan hingga ratusan GB data ke SSD. Hal inilah yang dapat mempersingkat umur SSD.

Perhatian: Apabila Anda menyalakan System Restore, Windows secara otomatis akan melakukan defrag terhadap SSD Anda secara rutin (biasanya sebulan sekali). Namun, Anda tidak perlu kuatir karena defrag otomatis oleh Windows ini bertujuan untuk membuat SSD berjalan optimal sehingga umur SSD menjadi lebih panjang. Anda bisa membaca keterangan lengkapnya di artikel ini

2. Windows 7, 8, dan 10 melakukan defrag secara otomatis

Defrag di Windows 10

Mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa Windows sudah menyalakan fitur Disk Defragmenter secara otomatis sejak pertama kali Anda menginstall Windows. Hal ini berlaku untuk Windows 7, 8, dan 10 (biasanya defrag dilakukan setiap hari Rabu jam 1 siang). Anda dapat melihat jadwal defrag komputer Anda dengan mengetikkan defragment di kotak Search, kemudian tekan Enter

Baca juga:  3 Cara Mematikan Program Startup (Windows 10, 8, 7)

Apabila Anda melakukan defrag di luar jadwal tersebut, besar kemungkinan tidak akan terjadi perubahan yang berarti pada kecepatan komputer Anda. Hal ini karena sector harddisk Anda belum terlalu “fragmented” (terpecah-pecah). Malahan, hal tersebut dapat memperpendek umur harddisk akibat proses read/write yang berlebihan. Namun, hal ini masih diperdebatkan dan efeknya baru terlihat dalam jangka waktu lama.

Kapan Defrag Diperlukan?

Lalu, apakah kita tidak perlu lagi melakukan defrag karena Windows sudah melakukannya tiap minggu? Jawabannya adalah belum tentu. Dalam kondisi tertentu, Anda masih perlu melakukan defrag harddisk, misalnya:

  1. Bila Anda menggunakan Windows XP. Secara default, Windows XP tidak melakukan defrag otomatis, sehingga Anda perlu melakukannya secara manual. Untuk melakukan defrag, Anda dapat melalui Run (Windows + R), kemudian ketik Dfrg.msc dan tekan Enter.
  2. Ketika baru saja menginstall banyak program sekaligus.
  3. Setelah mengubah file dalam skala besar (misalnya menghapus dan memindahkan banyak file sekaligus).
  4. Bila Anda merasa komputer Anda mulai melambat. Anda dapat mencoba Disk Defragmenter ini untuk mengatasi masalah tersebut, meski hal ini tidak menjamin selalu berhasil.

Kesimpulan

Secara ringkas, berikut ini kesimpulan dari artikel di atas:

  1. Bila Anda menggunakan Windows 10, 8, atau 7 dengan SSD maka Anda tidak perlu melakukan defrag.
  2. Bila Anda menggunakan Windows 10, 8, atau 7 tanpa SSD Anda juga tidak perlu lagi melakukan defrag karena Windows sudah melakukannya secara otomatis. Lakukan defrag apabila Anda baru saja menginstall banyak program atau merasa komputer Anda mulai melambat.
  3. Bila Anda menggunakan Windows XP maka Anda perlu melakukan defrag secara manual.

Selanjutnya, Anda dapat membaca artikel kami tentang Cara Defrag di Windows 10 untuk mengetahui langkah-langkah dalam melakukan defrag.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments