Apa Itu Domain: Semua yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Membeli Domain

10 min read

Apa Itu Domain

Sebelum membuat website atau blog, Anda wajib mengetahui apa itu domain. Bersama dengan hosting, domain merupakan satu dari beberapa komponen utama yang membentuk sebuah website. Pada prinsipnya, domain berperan sebagai alamat untuk website Anda. Dengan demikian, pengunjung dapat mengetahui alamat website Anda di dunia maya.

Mengingat pentingnya nama domain, Anda perlu mengetahui jenis-jenis domain serta bagaimana cara memilih nama domain yang baik. Hal ini wajib Anda perhitungkan agar nama domain yang Anda pilih bisa mendukung perkembangan website Anda dalam jangka panjang. Selain itu, nama domain yang baik juga akan menyokong perkembangan brand Anda di dunia maya. Jadi, apa saja tips-tips memilih nama domain? Silakan simak artikel berikut ini.

Apa Itu Domain?

Secara singkat, domain merupakan nama dari sebuah website. Analoginya, apabila website adalah sebuah rumah, maka nama domain merupakan alamat dari rumah tersebut.

Domain terdiri dari 2 komponen utama, yakni nama website dan ekstensi domain. Misalnya, google.com terdiri dari nama website (google) dan ekstensi domain (.com). Nama website ini dapat Anda pilih secara bebas selama nama itu masih tersedia, sedangkan ekstensi domain hanya dapat diambil dari pilihan yang ada.

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa diperlukan domain? Berikut penjelasan lebih detailnya.

Internet pada dasarnya merupakan jaringan komputer raksasa yang masing-masing terhubung satu sama lain. Tiap komputer dalam jaringan tersebut dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya.

Untuk berkomunikasi, tiap komputer diberikan sebuah “tanda” yang disebut dengan alamat IP (IP address). Alamat IP tersusun dari angka-angka yang digunakan untuk menemukan suatu komputer di internet. Berikut ini beberapa contoh alamat IP:

  • 23.0.162.201
  • 23.11.131.205
  • 61.247.63.201

Ketika Anda ingin sebuah website, komputer Anda akan “berkomunikasi” dengan komputer tempat file untuk website tersebut disimpan. Untuk itu, Anda perlu mengetahui alamat IP dari komputer tersebut.

Coba bayangkan apabila Anda harus menghafal alamat IP untuk tiap website. Cukup susah untuk mengingatnya bukan? Inilah alasan utama dikembangkannya nama domain.

Tiap domain terhubung dengan alamat IP tertentu. Dengan demikian, Anda hanya perlu mengetikkan nama domain dan tidak perlu mengetikkan alamat IP website tersebut. Hal ini tentu memudahkan kita untuk menemukan sebuah website. Sebagai contoh, Anda tentu akan lebih mudah mengingat nama nitrotekno.com dibandingkan menghafal 61.247.63.201 bukan?

Bagaimana Cara Kerja Domain?

Sebelum memahami cara kerja domain, Anda perlu mengetahui mengenai name server (NS) dan domain name system (DNS) terlebih dahulu. Berikut ini penjelasan mengenai kedua hal tersebut

Name Server (NS)

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, tiap domain terhubung dengan sebuah alamat IP tertentu. Nah, tentu diperlukan sebuah tempat untuk menyimpan informasi tentang domain dan alamat IPnya. Tempat penyimpanan tersebut dinamakan name server (NS).

Contohnya, ketika komputer kita menghubungi name server untuk mencari alamat IP dari nitrotekno.com, maka name server akan memberi alamat IP 61.247.63.201 (alamat IP yang terkait dengan nitrotekno.com).

Terdapat banyak name server (NS) yang umumnya terkait dengan hosting yang digunakan. Beberapa contohnya adalah ns1.niagahoster.com (untuk hosting Niagahoster), ns1.siteground.asia (untuk hosting SiteGround), dan ns1.dns-parking.com (untuk hosting Hostinger).

Domain Name System (DNS)

Di penjelasan sebelumnya Anda telah mengetahui bahwa untuk mengakses nitrotekno.com, Anda perlu memperoleh alamat IP. Nah, untuk mendapat alamat IP tersebut maka Anda perlu menghubungi name server.

Namun, ada banyak name server yang ada di dunia ini. Pertanyaannya, bagaimana komputer dapat mengetahui name server mana yang mempunyai alamat IP tersebut?

Di sinilah peran dari DNS. DNS akan memberi Anda petunjuk tentang name server mana yang mempunyai detail untuk domain tersebut. Ketika kita bertanya ke DNS tentang name server untuk situs NitroTekno ini, maka DNS akan memberikan name server ns1.siteground.asia.

Fakta unik: Hanya ada 13 DNS di dunia ini dan hanya ada 1 DNS untuk tiap wilayah. Maka dari itu, komputer Anda dapat menemukan DNS dengan mudah.

Cara Kerja Domain

Untuk mengetahui cara kerja domain, akan lebih mudah apabila kita mengambil sebuah contoh seperti domain nitrotekno.com ini. Misalkan Anda ingin mengakses situs NitroTekno, maka berikut ini proses yang akan terjadi:

  1. Anda mengetikkan nitrotekno.com di address bar browser mereka.
  2. Komputer Anda akan menghubungi DNS untuk mencari name server untuk nitrotekno.com.
  3. DNS akan memberikan name server ns1.siteground.asia.
  4. Komputer Anda akan menghubungi name server tadi untuk memperoleh alamat IP untuk nitrotekno.com.
  5. Name server akan memberikan alamat IP 61.247.63.201.
  6. Komputer Anda akan mengirimkan permintaan ke alamat IP tersebut untuk membuka situs nitrotekno.com.
  7. Server SiteGround (hosting dari situs nitrotekno.com) akan mengirimkan file yang berisi halaman nitrotekno.com.
Baca juga:  Cara Membuat Akun Facebook Baru (Panduan Lengkap) - Update 2021

Jenis-jenis Domain

Secara umum, domain dapat dibagi ke dalam 3 bagian utama, yakni Top-Level Domain (TLD), Second-Level Domain (SLD), dan Third-Level Domain. Pembagian ini dilakukan berdasarkan letak domain tersebut dari sebelah kanan. Untuk lebih jelasnya, mari kita ambil contoh mail.google.com

  • .com merupakan Top-Level Domain (TLD).
  • google merupakan Second-Level Domain (SLD).
  • mail merupakan Third-Level Domain.

Sudah mulai menangkap polanya? Mari kita ambil contoh lainnya yakni indonesia.go.id

  • .id merupakan Top-Level Domain (TLD).
  • .go merupakan Second-Level Domain (SLD) atau lebih spesifiknya merupakan Country Code Second-Level Domain (ccSLD).
  • indonesia merupakan Third Level Domain.

Setelah melihat kedua contoh di atas, mari kita lihat lebih detail mengenai macam-macam domain dan penjelasannya masing-masing.

1. Top-Level Domain (TLD)

Top-Level Domain (TLD) merupakan kata yang terletak di bagian paling kanan dari sebuah domain. Top-level domain (TLD) juga kerap dikenal dengan nama ekstensi domain (domain extension).

Pada awal kemunculannya, hanya terdapat 6 ekstensi domain yang dirilis oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA), yakni .com, .net, .edu, .org, .mil, dan .gov. Seiring perkembangan internet, jumlah TLD pun berkembang pesat. Saat ini, tercatat ada lebih dari 1500 TLD yang digunakan oleh berbagai website di dunia maya.

Top-Level Domain terbagi ke dalam 2 kategori utama, yakni generic top-level domain (gTLDs) dan country code top-level domain (ccTLD). Berikut ini perbedaan kedua kategori TLD tersebut.

A. Generic Top-Level Domain (gTLDs)

Generic top-level domain (gTLD) pada prinsipnya merupakan TLD yang tidak mengandung unsur nama negara tertentu. Pada awal diciptakannya, tiap gTLD digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya nama domain .com yang digunakan oleh jenis organisasi atau perusahaan yang bergerak di bidang komersial.

Namun, seiring dengan perkembangan internet, hal tersebut sudah tidak relevan lagi saat ini. Buktinya, kita kerap melihat domain berekstensi .com yang tidak digunakan untuk tujuan komersial melainkan untuk tujuan lainnya, misalnya sebagai website pribadi. Meski demikian, tetap ada beberapa TLD yang dikhususkan untuk penggunaan tertentu, misalnya .edu dan .gov.

Domain yang termasuk dalam gTLD dapat digolongkan ke dalam 4 subkategori utama berikut ini:

  • Generic, yakni TLD yang dapat digunakan untuk tujuan apapun. Contoh TLD yang termasuk dalam subkategori ini adalah .com, .net, .org, dan .info. Subkategori ini merupakan jenis TLD terbanyak yang berada di internet. Dari bermacam-macam ekstensi domain yang ada di internet, lebih dari 50% website menggunakan ekstensi .com.
  • Generic-restricted, merupakan TLD yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu, misalnya adalah .pro, .biz, .dan .name.
  • Sponsored, adalah jenis TLD yang hanya bisa digunakan oleh komunitas/ organisasi tertentu yang berkaitan dengan ekstensi domain tersebut. Contoh sponsored TLD adalah .gov yang digunakan untuk lembaga pemerintahan, .mil untuk militer, serta .edu untuk lembaga akademis (sekolah, universitas, dll).
  • Infrastructure, merupakan jenis TLD yang berkaitan dengan infrastruktur DNS. Contoh dari TLD jenis infrastructure ini adalah .arpa.

B. Country Code Top-Level Domain (ccTLD)

Sesuai dengan namanya, country code top-level domain (ccTLD) merupakan top-level domain yang berkaitan dengan nama negara tertentu. ccTLD ini tersusun dari 2 huruf yang melambangkan kode internasional negara tersebut. Contoh dari ccTLD ini adalah .id untuk negara Indonesia, .us untuk negara Amerika Serikat, dan .jp untuk negara Jepang.

Pada awalnya, ccTLD ini hanya boleh dipakai oleh penduduk negara yang bersangkutan. Seiring berjalannya waktu, beberapa ccTLD menjadi bebas digunakan oleh siapapun. Salah satu contohnya adalah ccTLD .tv yang merupakan ccTLD untuk negara Tuvalu. Karena kata “tv” juga merupakan singkatan dari television, ekstensi .tv ini kerap digunakan oleh berbagai perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia.

2. Second-Level Domain (SLD)

Second-level domain (SLD) merupakan kata yang terletak tepat di sebelah kiri top-level domain. Seringkali, second-level domain juga merupakan nama domain tersebut. Kita ambil contoh google.com. .com merupakan top-level domain, sementara itu google merupakan second-level domain sekaligus nama domain tersebut.

Namun, second-level domain tidak selalu merupakan nama domain tersebut. Contohnya pada domain indonesia.go.id, di mana .id merupakan top-level domain sedangkan .go merupakan second-level domain. Second-level domain yang berkaitan dengan suatu negara (seperti pada .go.id) juga disebut dengan country-code second level domain (ccSLD).

3. Third-Level Domain

Third-level domain adalah bagian dari domain yang terletak tepat di sebelah kiri dari second-level domain (SLD). Ambil contoh mail.google.com. .com merupakan top-level domain, google adalah second-level domain, sedangkan mail merupakan third-level domain sekaligus merupakan subdomain.

Seperti contoh di atas, seringkali third-level domain juga merupakan subdomain. Salah satu third-level domain sekaligus subdomain yang sering Anda dengar adalah www, misalnya pada www.google.com atau www.nitrotekno.com.

Baca juga:  10 Tips Membuat Kata Sandi yang Kuat (Panduan Lengkap)

Terkadang, third-level domain juga bisa merupakan nama domain itu sendiri. Contohnya pada indonesia.go.id yang sudah kita ambil sebagai contoh sebelumnya. Pada domain tersebut, indonesia merupakan third-level domain, di mana .id merupakan TLD dan .go merupakan SLD.

Apa Perbedaan Domain dan Subdomain?

Sewaktu membahas third-level domain sebelumnya, Anda mungkin sempat membaca kata “subdomain”. Sesungguhnya, apakah subdomain itu? Dan mengapa banyak website menggunakan subdomain?

Apabila domain kita umpamakan sebagai “induk”, maka subdomain merupakan “anak” dari domain tersebut. Karena itu, apabila Anda ingin membuat subdomain, Anda memerlukan sebuah domain terlebih dahulu. Sebaliknya, Anda dapat memiliki domain tanpa tambahan subdomain apapun.

Agar lebih mudah memahami mengenai subdomain, mari kita ambil contoh google.com dan mail.google.com. Pada contoh tersebut, google.com merupakan domain utama sedangkan mail.google.com merupakan subdomain dari google.com.

Dalam hal SEO, subdomain juga akan dilihat oleh Google dan search engine lainnya sebagai sebuah website terpisah. Karenanya, Google akan mengindeks tiap subdomain secara terpisah pula.

Fungsi Subdomain

Selanjutnya, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa banyak website membuat subdomain. Hal ini dikarenakan subdomain memiliki berbagai fungsi, beberapa di antara adalah:

  • Membagi website menjadi beberapa bagian yang spesifik. Hal ini kerap kita temukan di media nasional yang menyediakan informasi di banyak bidang. Contohnya adalah kompas.com yang memiliki subdomain health.kompas.com untuk informasi seputar kesehatan dan money.kompas.com untuk info seputar finansial.
  • Membuat toko online. Toko online memerlukan beberapa setting dan keamanan yang lebih bila dibandingkan website pada umumnya. Hal ini dikarenakan toko online berhubungan dengan informasi yang penting, seperti identitas dan nomor kartu kredit. Agar lebih mudah dalam melakukan pengaturan, banyak website memilih membuat subdomain terpisah untuk toko online mereka, salah satu contohnya adalah store.google.com.
  • Membuat website multilingual. Ada banyak website dengan konten multilingual (menggunakan banyak bahasa) membuat subdomain untuk memisahkan konten berdasarkan bahasanya. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah wikipedia.org. Seperti yang sudah banyak diketahui, Wikipedia membuat subdomain untuk tiap bahasa seperti id.wikipedia.org untuk bahasa Indonesia, en.wikipedia.org untuk bahasa Inggris, dan masih banyak lagi subdomain Wikipedia lainnya.
  • Membuat blog perusahaan. Berbagai website milik perusahaan ternama memilih untuk membuat subdomain terpisah bagi blog mereka. Hal ini umumnya dilakukan agar informasi di blog tidak tercampur dengan layanan perusahaan mereka. Salah satu contoh yang sangat terkenal adalah blog.google.com yang merupakan blog sekaligus subdomain dari google.com.

Apa Perbedaan Domain dan Hosting?

Setelah membahas mengenai perbedaan domain dan subdomain, sekarang saatnya membahas tentang beda domain dan hosting. Sebelum membahas mengenai beda keduanya, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu hosting.

Apa itu Hosting? Apa Bedanya dengan Domain?

Hosting merupakan komputer tempat penyimpanan file-file website Anda. Sederhananya, domain merupakan alamat website yang Anda ketikkan di address bar browser Anda (misalnya nitrotekno.com), sedangkan hosting merupakan tempat file-file website nitrotekno.com disimpan. Apabila domain diumpamakan sebagai alamat rumah, maka hosting merupakan rumah yang terletak di alamat tersebut.

Meski sebenarnya Anda dapat menyimpan file-file website di komputer Anda sendiri, namun hal tersebut sungguh merepotkan dan memakan banyak tenaga. Selain membutuhkan ilmu yang memadai, komputer Anda juga harus menyala 24/7 agar pengunjung senantiasa bisa mengakses situs Anda.

Untuk mengatasi masalah itu, muncullah berbagai penyedia layanan hosting. Ada berbagai penyedia layanan hosting baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa contohnya adalah Bluehost, SiteGround, Dreamhost, Hostinger, Niagahoster, dan masih banyak lagi.

Apa Hubungan Domain dan Hosting?

Selanjutnya, Anda mungkin akan bertanya tentang keterkaitan antara domain dan hosting. Agar lebih mudah, kita lihat kembali mengenai proses yang terjadi ketika Anda mengunjungi sebuah situs di internet.

Ketika Anda mengakses sebuah website, maka Anda perlu mengetikkan nama domain website tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, domain tersebut akan diterjemahkan ke dalam alamat IP dari hosting. Selanjutnya, komputer Anda akan mengirimkan permintaan ke hosting untuk mengakses file-file website tersebut. Hosting kemudian akan mengirimkan file-file website tersebut ke komputer Anda sehingga Anda bisa melihat laman website tersebut.

Jadi, domain dan hosting merupakan dua komponen yang saling berkaitan ketika membuat website. Tanpa domain, orang tidak dapat menemukan website Anda. Tanpa hosting, tidak ada tempat untuk menyimpan file-file website Anda. Intinya, tanpa salah satu dari dua hal tersebut maka website tidak akan bisa berjalan.

Cara Memilih Nama Domain

Setelah memahami dasar-dasar seputar domain, sekarang saatnya Anda memilih nama domain yang tepat untuk website Anda. Berikut ini beberapa tips memilih nama domain yang wajib Anda terapkan agar tidak salah ketika membeli nama domain:

  1. Pilih ekstensi domain .com. Ya, sebisa mungkin beli domain .com apabila ekstensi tersebut masih tersedia. Ada berbagai alasan mengapa Anda sebaiknya membeli .com. Alasan pertama adalah sebagian besar website (lebih dari 50 persen) menggunakan ekstensi .com. Alasan kedua adalah pengguna internet lebih familiar dengan domain .com. Karenanya, hampir semua orang secara refleks akan menambahkan ekstensi .com ketika mencari alamat sebuah website.
  2. Pilih nama domain yang pendek dan mudah diingat. Hal ini bertujuan agar pengunjung mudah mengingat-ingat nama website kita. Selain itu, pengunjung juga lebih berisiko salah menulis nama domain yang panjang. Mari kita bandingkan kedua nama domain berikut ini: ayosehat.com dan tipstrikselalusehat.com. Anda tentu lebih mudah mengingat nama domain ayosehat.com bukan?
  3. Masukkan keyword di nama domain. Keyword merupakan kata kunci yang menunjukkan ciri khas website Anda. Misalkan Anda ingin membuat website seputar olahraga, maka keyword yang bisa Anda gunakan antara lain fitness, sehat, bugar, dan lain-lain. Nah, sebisa mungkin masukkan keyword tersebut di nama domain Anda, misalnya ayosehat.com. Dengan memasukkan keyword dalam nama domain, search engine (Google, Bing, dll) dapat mengetahui tema website Anda. Hal ini nantinya akan membantu SEO dan juga ranking website Anda di Google.
  4. Hindari tanda hubung (-). Pernahkah Anda mendapat SMS berisi link ke suatu website scam? Jika Anda perhatikan, seringkali link website tersebut mengandung tanda hubung (seperti bank-abc-jogja.com). Nah, itulah salah satu alasan utama mengapa Anda sebaiknya menghindari tanda hubung, yakni karena domain yang mengandung tanda hubung kerap dianggap sebagai spam. Selain itu, nama domain dengan tanda hubung juga rentan typo. Tentu Anda tidak ingin kehilangan pengunjung hanya karena typo bukan?
  5. Hindari nama yang sudah memiliki hak ciptanya. Terkadang, orang senang mencari nama domain yang mirip dengan merk yang sudah terkenal dengan harapan websitenya mudah dihafalkan. Hal ini sepertinya tidak terlihat salah, namun dapat berefek buruk pada jangka panjangnya. Jika pemilih merk/ trademark mengetahui nama domain Anda, ada kemungkinan mereka akan menuntut Anda untuk menghapus atau mengganti nama domain Anda. Salah satu contoh kasus yang pernah terjadi adalah Google menuntut seorang pria yang membuat website yang mengandung nama “google”.
Baca juga:  Cara Ganti Password Akun Microsoft di HP dan PC

Cara Membeli Domain

Apabila Anda telah memilih nama domain yang diinginkan, sekarang saatnya untuk membeli domain. Ada banyak penyedia domain (domain name registrar) yang bisa Anda pilih, di mana tiap domain registrar memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Berikut ini beberapa penyedia domain yang kami rekomendasikan untuk Anda:

Tips: Gunakan banner di bawah ini ketika membeli domain untuk memperoleh diskon.

1. Namecheap

Popular Domains for just 99 Cents at Namecheap!Seperti namanya, Namecheap menawarkan harga domain yang relatif lebih murah dibandingkan penyedia domain lainnya. Hanya dengan 8,88 USD (sekitar 125 ribu rupiah), Anda sudah bisa mendapatkan domain .com selama 1 tahun. Cukup murah bila dibandingkan dengan registrar lainnya. Di samping itu, Namecheap juga memberikan perlindungan privasi (WhoisGuard) pada domain Anda secara gratis. Hal ini tentu merupakan suatu nilai plus ketika ingin membeli sebuah domain.

2. GoDaddy

GoDaddy merupakan salah satu domain registrar terbesar di dunia dengan hampir 60 juta domain (atau sekitar 18% dari jumlah domain di dunia) berada di bawah naungan GoDaddy. Di samping pendaftaran domain, GoDaddy juga menawarkan berbagai layanan lainnya seperti web hosting, sertifikat SSL, email bisnis, dan lain-lain.

3. Domain.com

Domain.com, Domain Names, Domains, HostingSebagai salah satu domain registrar terkemuka, Domain.com sudah beroperasi selama lebih dari 20 tahun. Salah satu kelebihan Domain.com dibandingkan registar lainnya adalah tampilannya yang sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, Domain.com juga menyediakan banyak TLD (tidak termasuk ccTLD) yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.

Kesimpulan

Setelah mengetahui apa itu domain, jenis-jenisnya, serta perbedaannya dengan hosting, berikut ini hal-hal yang bisa disimpulkan dari artikel di atas:

  1. Domain adalah alamat dari sebuah website. Domain terdiri dari nama website (contohnya nitrotekno) dan ekstensi domain (contohnya .com).
  2. Domain dibuat supaya kita tidak perlu menghafalkan alamat IP dari website yang ingin dituju.
  3. Terdapat berbagai jenis domain, antara lain top-level domain (TLD), second-level domain (SLD), dan third-level domain.
  4. Top-level domain yang paling banyak digunakan adalah .com yang digunakan oleh lebih dari 50% website di dunia.
  5. Hosting adalah tempat penyimpanan file-file website. Bila domain diumpamakan sebagai alamat rumah, maka hosting adalah rumah yang terletak di alamat tersebut.
  6. Sebuah website membutuhkan domain dan hosting agar dapat berjalan. Tanpa domain, orang tidak dapat menemukan website Anda. Tanpa hosting, tidak ada tempat untuk menyimpan file-file website Anda.

Demikian artikel mengenai apa itu domain, macam-macam domain, hingga cara membeli domain. Silakan share artikel ini kepada teman atau saudara Anda yang membutuhkan informasi mengenai domain dan jenis-jenisnya.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments