Cara Membuat Partisi di Windows 10 (Step by Step)

3 min read

Cara membuat partisi di Windows 10 Featured Image

Apabila Anda membeli harddisk baru, tentu Anda ingin membagi harddisk tersebut ke beberapa partisi. Terkadang, Anda juga ingin menambah partisi baru di harddisk lama Anda untuk memisahkan dua kategori file yang berbeda, misalnya software dan game.

Membuat atau menambah partisi di harddisk merupakan salah satu cara yang efisien untuk membuat file dan aplikasi lebih terorganisir. Selain itu, hal ini juga memungkinkan Anda untuk memformat salah satu drive tanpa perlu memformat seluruh harddisk. Di Windows 10 ini, Anda dapat membuat partisi dengan cepat dan mudah menggunakan salah satu software bawaan Windows, yaitu Disk Management.

Pada tutorial kali ini, kami akan mendemonstrasikan cara membuat partisi di Windows 10 baik untuk harddisk baru maupun harddisk lama. Selamat mencoba!

Membuat Partisi di Windows 10 dengan Disk Management

Langkah 1: Buka Disk Management dengan mengetikkan diskmgmt.msc di kotak Search, kemudian pilih Create and format hard disk partitions atau diskmgmt.msc. Anda dapat juga membukanya dengan menggunakan Run (Windows+R), kemudian ketik diskmgmt.msc lalu tekan Enter

Terdapat 2 cara membuat partisi baru. Cara pertama adalah membuat partisi baru dari Unallocated space di harddisk. Hal ini biasanya bila Anda membuat partisi baru di harddisk kosong. Apabila demikian, Anda dapat langsung melompat ke langkah 4. Cara kedua adalah dengan memperkecil partisi lain untuk membuat partisi baru. Untuk melakukannya, ikuti langkah 2 berikut ini.

Langkah 2: Klik kanan pada drive yang ingin Anda perkecil, kemudian pilih Shrink Volume. Pada contoh ini, kami akan memperkecil drive D dari 20 GB menjadi 10 GB, kemudian menggunakan ruang kosong sebesar 10 GB tersebut untuk membuat partisi baru.

Klik kanan drive kemudian pilih Shrink Volume

Langkah 3: Selanjutnya Anda akan melihat 4 parameter berikut:

Klik Shrink untuk memulai proses
  • Total size before shrink in MB: ukuran total partisi sebelum diperkecil (dalam contoh adalah 20 GB).
  • Size of available shrink space in MB: banyak ruang yang tersedia untuk diperkecil (dalam contoh 17 GB).
  • Enter the amount of space to shrink in MB: besarnya ukuran yang ingin dihilangkan dari partisi tersebut (dalam contoh dipilih 10 GB).
  • Total size after shrink in MB: sisa partisi awal setelah diperkecil (dalam contoh 20-10 GB = 10 GB).
Baca juga:  Apa Perbedaan Windows 32-bit dan 64-bit?

Masukkan ukuran yang ingin diambil dari partisi awal pada Enter the amount of space to shrink in MB. Perlu diingat bahwa ukuran ini dalam MB, sehingga jangan lupa mengalikannya dengan 1024. Pada contoh ini, kami ingin mengambil 10 GB dari drive D sehingga kami memasukkan 10240. Setelah itu, klik Shrink untuk memulai proses.

Langkah 4: Tampak bahwa ada ruang kosong sebesar 10 GB di samping drive D. Klik kanan pada ruang kosong (Unallocated space) tersebut dan pilih New Simple Volume.

Klik kanan Unallocated space kemudian pilih New Simple Volume

Langkah 5: New Simple Volume Wizard akan muncul. Klik Next untuk melanjutkan.

Langkah 6: Pada jendela ini, Anda dapat mengatur seberapa besar ukuran drive baru tersebut. Secara default, Windows akan menggunakan seluruh ruang kosong yang tersedia. Klik Next apabila sudah selesai.

Langkah 7: Selanjutnya, Anda bisa memilih drive letter untuk drive baru tersebut. Pada contoh ini, kami memilih huruf E sehingga drive baru tersebut menjadi drive E. Klik Next bila Anda sudah memilih drive letter.

Catatan: Hal ini berbeda dengan memberi nama drive. Pemberian nama drive akan ada di langkah selanjutnya. Misalkan Anda ingin drive baru tersebut menjadi Game (E:), berarti drive letter-nya adalah E, sedangkan nama drive/ volume label-nya adalah Game.

Langkah 8: Pada jendela ini, Anda dapat memilih untuk memformat drive baru ini atau tidak. Kami menyarankan agar Anda memformat drive baru ini. Bila Anda ingin memformatnya, pilih Format this volume with the following settings. Terdapat beberapa pilihan di opsi tersebut.

  • File system: terdapat 2 file system yang bisa Anda pilih, yaitu NTFS dan FAT32. Kami menyarankan untuk memilih NTFS dikarenakan NTFS memiliki berbagai kelebihan dibanding FAT32. Sebagai informasi, NTFS umumnya digunakan untuk harddisk sedangkan FAT32 umumnya digunakan pada USB.
  • Allocation unit size: kami menyarankan Anda untuk memilih Default
  • Volume label: nama drive baru tersebut. Anda dapat mengubah Volume label ini sesuai keinginan Anda.
Baca juga:  Apa itu Defrag dan Masih Perlukah Defrag di Windows 10?

Anda dapat mencentang opsi Perform a quick format agar proses pembuatan drive dapat berlangsung cepat. Selanjutnya, klik Next untuk melanjutkan.

Langkah 9: Di jendela terakhir ini, Anda dapat mengecek kembali semua pilihan yang sudah Anda buat. Klik Finish untuk membuat drive baru.

Tampak bahwa drive E sebesar 10 GB sudah berhasil dibuat.

Membuat Partisi di Windows 10 dengan Software Pihak Ketiga

Apabila Anda lebih memilih menggunakan software pihak ketiga, kami memiliki beberapa rekomendasi software gratis untuk partisi harddisk yang bisa Anda pilih:

  1. EaseUS Partition Master Free
    Software ini dibuat oleh EaseUS yang merupakan perusahaan besar di bidang data recovery dan partisi harddisk. Salah satu kelebihan software ini adalah tampilannya yang mudah dipahami dan adanya Partition Recovery Wizard. Dengan Partition Recovery Wizard ini, Anda dapat mengembalikan partisi yang hilang atau terhapus (misalnya karena kerusakan harddisk).
  2. NIUBI Partition Editor
    NIUBI Partition Editor ini juga memiliki tampilan yang modern dan mudah dipahami. Salah satu fitur unik di software ini adalah 1 Second Rollback, di mana software ini akan mengembalikan partisi ke kondisi awal secara otomatis bila terjadi masalah di tengah proses pembuatan partisi.
  3. Mini Tool Partition Wizard Free
    Software Mini Tool Partition Wizard ini memiliki banyak fitur, bahkan di versi gratisnya sekalipun. Selain membuat partisi baru, dengan software ini Anda juga dapat mengubah file system partisi tanpa harus memformat harddisk tersebut.

Sekian artikel mengenai cara membuat partisi baru di Windows 10. Apakah Anda memiliki pertanyaan seputar artikel ini? Anda dapat berdiskusi di kolom komentar di bawah ini.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments