9 Cara Mengatasi Jaringan Internet Komputer/ Laptop Lemot

4 min read

Cara Mengatasi Internet Lemot

Apakah Anda pernah mengalami jaringan internet lemot pada saat Anda bekerja/ gaming? Tentu hal ini sangat mengganggu kenyamanan dan produktivitas Anda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya. Berikut kami berikan tips-tips mengatasi koneksi internet yang lemot.

Memantau Penggunaan Bandwidth Internet

Cara pertama untuk mengatasi internet lemot adalah dengan memantau penggunaan bandwidth internet. Bandwidth internet adalah ukuran seberapa besar data yang bisa ditransfer dari satu titik ke titik lain dalam suatu jaringan selama kurun waktu tertentu. Pada umumnya ukuran bandwidth internet memiliki satuan Mbps, yaitu megabit per sekon.

Perlu diketahui bahwa MBps dan Mbps adalah dua hal yang berbeda. 1 MBps (Megabytes per second) setara dengan 8 Mbps (Megabits per second). MBps umumnya menggambarkan ukuran file yang didownload/ diupload tiap detiknya, sedangkan Mbps digunakan untuk ukuran kecepatan internet. Sebagai contoh, apabila internet Anda mempunyai kecepatan download sebesar 100 Mbps berarti Anda mampu menerima data sebesar 100 Megabits tiap detiknya (setara dengan file berukuran 12,5 Megabytes tiap detik).

Pada umumnya, internet terasa lambat/ lemot karena adanya penggunaan bandwidth yang berlebihan pada background. Untuk mengecek hal tersebut, Anda dapat pada mengecek Task Manager.

Anda dapat mengurutkan penggunaan internet dengan klik Network pada kotak merah di bawah sampai muncul simbol tanda panah ke arah bawah. Task manager akan mengurutkan aplikasi yang menggunakan bandwidth internet paling besar. Pada contoh di bawah, Google Chrome menggunakan bandwidth terbesar yaitu 3,9 Mbps.

Mengecek Bandwidth pada Task Manager

Anda juga dapat melihat penggunaan internet di komputer Anda selama 1 menit terakhir dengan memilih kolom Performance lalu pilih Ethernet atau Wifi.

Mengecek Penggunaan Bandwidth Ethernet
Mengecek Penggunaan Bandwidth Wifi

Apabila Anda menemukan aplikasi background yang memakan bandwidth dan membuat aktivitas internet terasa lambat, maka Anda dapat mematikan aplikasi tersebut apabila tidak bermasalah.

Catatan: Beberapa proses/ program bawaan Windows juga dapat memakan bandwidth yang cukup besar. Salah satu proses yang sering memakan bandwidth adalah svchost.exe. Svchost.exe ini merupakan salah satu bagian dari sistem Windows dan tidak bisa dimatikan paksa (End Task), sehingga Anda lebih baik menunggu hingga proses download oleh svchost.exe ini selesai.

Mengecek FUP Internet Anda

FUP atau Fair Usage Policy (Batas Penggunaan Wajar Internet secara singkat merupakan batas kuota suatu internet pada kecepatan tertentu. Apabila Anda melebihi batas kuota yang dapat diberikan, kecepatan bandwidth yang dimiliki internet Anda akan berkurang sampai periode tertentu (Pada umumnya kuota akan di-reset setiap 1 bulan). Oleh karena hal tersebut, penting bagi Anda untuk mengetahui FUP sesuai dengan internet yang Anda gunakan. Sebagai contoh, berikut FUP dari Indihome tahun 2020.

Bagi Anda yang menggunakan layanan internet Indihome, Anda dapat login email internet Anda pada website Indihome berikut lalu memilih Usage Info. Pada salah satu contoh di bawah ini, Anda dapat melihat kecepatan bandwidth dan penggunaan Anda internet pada bulan tersebut.

Mengecek FUP Internet

Mengecek Koneksi Kabel Ethernet

Bagi Anda yang menggunakan kabel untuk koneksi internet, penting untuk mengecek kondisi kabel secara berkala. Kerusakan fisik pada kabel juga dapat mempengaruhi koneksi internet Anda. Di sisi lain, bagi Anda yang menggunakan percabangan (karena lebih dari satu komputer), Anda juga perlu untuk mengecek kualitas dan kondisinya.

Baca juga:  2 Cara Cepat Membuat Akun Microsoft

Selain kondsi fisik dari kabel, kecepatan koneksi Anda juga mungkin dipengaruhi oleh jenis kabel ethernet Anda. Sebagai contoh: Anda memiliki router dengan kecepatan bandwidth 20 Mbps dan kabel ethernet yang hanya mampu menerima 10 Mbps, maka kecepeatan internet komputer Anda hanya akan sebesar 10 Mbps. Oleh karena itu, kami cantumkan jenis-jenis kabel ethernet dan kecepatan transimisi masing-masing.

Tipe KabelShieldingKecepatan Transmisi Maksimum (Jarak 100 Meter)
Cat 3Unshielded10 Mbps
Cat 5Unshielded10/100 Mbps
Cat 5eUnshielded1000 Mbps / 1 Gbps
Cat 6Shielded atau Unshielded1000 Mbps / 1 Gbps
Cat 6aShielded10000 Mbps / 10 Gbps
Cat 7Shielded10000 Mbps / 10 Gbps

Pada tabel di atas, terdapat jenis kabel yang Shielded dan Unshielded, yaitu kabel memiliki pelindung atau tidak. Hal ini bertujuan untuk menghindari gangguan koneksi internet akibat EMI (Electromagnetic Interference) atau interferensi elektromagnetik. EMI ini dapat terjadi melalui udara dan dihasilkan oleh semua benda yang memiliki tegangan dan arus listrik. Oleh karena hal itu, kabel ethernet yang “Shielded” akan lebih aman dari resiko terkena EMI yang mampu memperlambat koneksi internet Anda.

Memperkuat Sinyal Pemancar Wi-Fi

Anda tentu sering melihat antena pada router. Antena ini sangatlah penting dalam hal koneksi internet. Apabila Anda menggunakan Wi-fi dan terlalu jauh dari jangkauan pemancar tersebut, maka gadget Anda akan lebih sukar mentransfer data melalui internet.

Anda dapat menggunakan Wi-fi Extender/ Repeater untuk mengatasi masalah ini. Wi-fi Extender/ Repeater merupakan perangkat keras yang berfungsi untuk menangkap sinyal Wi-fi dari router dan memancarkannya lagi ke daerah sekitarnya. Berikut ilustrasi dari Wi-fi extender dalam penggunannya.

Wifi Extender memperkuat Sinyal WIfi

Menggunakan Sumber Internet yang Berbeda

Dalam keadaan tertentu yang penting, apabila Anda memiliki kebutuhan yang sangat mendesak dan internet Anda sedang bermasalah maka solusi tercepat adalah menggunakan sumber internet lain. Dalam hal ini kita dapat menggunakan smartphone kita yaitu tethering mode. Dengan tethering mode, maka Anda akan mengakses internet dengan biaya berupa paket data pada smartphone. Oleh karena itu, penggunaan tethering ini disarankan untuk kebutuhan yang mendesak/ tidak memerlukan internet yang banyak.

Baca juga:  Kelebihan dan Kekurangan Google Form

Meskipun tethering dapat membantu Anda mendapatkan koneksi yang lebih baik, terkadang aktivitas background pada smartphone Anda juga dapat mengganggu koneksi internet tethering. Contohnya, backup pada file smartphone Anda (Google Photo, WhatsApp, dll) dan auto update pada Play Store dapat mengganggu koneksi jaringan Anda.

Merestart Ulang Modem atau Router

Cara lain untuk mengatasi internet lemot adalah dengan merestart modem atau router. Terkadang router dapat mengalami overload pada data atau terdapat halangan lain yang dapat mengganggu koneksi Anda. Oleh karena hal tersebut, disarankan untuk menyalakan ulang modem/ router secara berkala atau ketika Anda mengalami masalah pada internet Anda.

Akan tetapi, Anda juga perlu memperhatikan apakah ada orang yang menggunakan internet pada modem/ router yang sama. Hal ini dikarenakan merestart ulang modem/ router akan merestart koneksi internet pada semua komputer/ gadget yang menggunakan modem/ router tersebut.

Mengecek Penggunaan Internet pada Gadget lain

Apabila di rumah Anda banyak yang menggunakan internet, maka Anda bisa mencoba melihat penggunaan internet pada gadget-gadget lain. Contoh yang paling mudah adalah mengecek apakah smartphone Anda menjalankan auto update system dan backup file.

Di sisi lain, Anda juga perlu memperhatikan upload baik pada komputer Anda maupun gadget lain. Hal ini berpengaruh karena sebagian internet komersial memiliki kemampuan upload yang lebih kecil/ rendah dibandingkan download. Sebagai contoh, Indihome dengan paket 20 Mbps mampu mendownload dengan kecepatan 20 Mbps, namun hanya bisa mengupload dengan kecepatan 2,5 Mbps.

Mengubah Server DNS (Domain Name System)

DNS dapat diibaratkan sebagai “daftar alamat” pada internet. Apabila Anda mengetik suatu nama domain seperti google.com pada browser, maka DNS bertugas untuk menghubungkan alamat IP yang tepat untuk halaman tersebut. Selanjutnya, browser tersebut akan menggunakan alamat tersebut untuk menghubungi server dengan tujuan memperoleh informasi website.

Baca juga:  Cara Unsend Email di Gmail, Outlook, dan Yahoo Mail

Ketika Anda terhubung dengan internet, maka ISP (Internet Service Provider) Anda akan menghubungkan secara otomatis kepada server DNS tertentu. Akan tetapi, server DNS tersebut belum tentu paling baik dan cepat untuk Anda. Kadang, suatu server DNS dapat menjadi lambat karena kelebihan muatan, kesalahan pada software, dll. Apabila Anda tidak dapat memperoleh alamat IP melalui server DNS yang Anda gunakan dengan lancar, maka Anda akan mengalami internet yang lemot.

Berikut kami berikan beberapa server DNS yang dapat Anda gunakan untuk menghindari jaringan internet yang lemot:

OpenDNS

  • 208.67.222.222
  • 208.67.220.220

Google

  • 8.8.8.8
  • 8.8.4.4

CloudFlare

  • 1.1.1.1
  • 1.0.0.1

Quad9

  • 9.9.9.9

Untuk mengubah DNS pada Windows, Anda dapat mengikuti langkah berikut ini:

  1. Ketik Network Status pada Start, lalu pilih Network Status.
    Network Status
  2. Klik Change adapter options.
    Change Adapter Options
  3. Pilih internet yang Anda gunakan, lalu klik kanan dan pilih Properties.
    Properties
  4. Pada bagian Internet Protocol Version 4 (TCP/ IPv4), klik Properties.
    Memilih Properties IP
  5. Pilih Use the following DNS server addresses lalu isikan nomor server DNS yang Anda inginkan.
    Pilih Use dan Isi Nomor DNS
  6. Klik OK.

Mengubungi ISP/ Internet Service Provider

Apabila Anda sudah mencoba berbagai cara di atas dan masih mengalami koneksi lambat/ lemot, maka Anda dapat mencoba menghubungi Internet Service Provider. Berikut kami berikan link untuk kontak masing-masing ISP:

Sekian artikel kami mengenai tips mengatasi jaringan internet yang lambat/ lemot. Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar langkah di atas, mari berdiskusi di kolom komentar berikut.

Referensi:

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments