Perangkat Keras Komputer (Hardware): Semua Yang Wajib Anda Ketahui

Perangkat Keras Komputer (Hardware)

Perangkat keras komputer (hardware komputer) merupakan komponen fisik dari sistem komputer. Secara sederhana, perangkat keras/ hardware komputer merupakan semua komponen komputer yang bisa disentuh, dilihat, dan diraba. Perangkat keras komputer/ hardware terdiri berbagai komponen, antara lain prosesor/ CPU, motherboard, kartu grafis/ GPU, sound card, hard disk drive (HDD), solid-state drive (SSD), RAM, PSU, monitor, mouse, dan keyboard

Sebenarnya, masih banyak terdapat perangkat keras komputer lainnya seperti kartu jaringan (network card), printer, speaker, card reader, modem, dan lain-lain. Namun, di artikel ini akan dibahas perangkat keras yang paling esensial ketika Anda ingin merakit komputer. Berikut ini penjelasan lengkap masing-masing perangkat keras tersebut

Prosesor/CPU (Central Processing Unit)

Perangkat Keras Prosesor

Prosesor merupakan salah satu komponen utama dalam perangkat keras komputer yang berfunngsi mengolah semua data/instruksi yang diterima. Apabila diperlukan hasil olahan data ini nantinya diberikan kepada komponen komputer lainnya. Sebagai contoh, saat bermain game maka instruksi gambar akan diolah prosesor dan hasilnya diberikan kepada VGA (Kartu grafis) untuk diproses lebih lanjut.

Saat membahas mengenai prosesor, kita akan sering menemui beberapa istilah berikut ini :

  • Core
    Bagian dari prosesor yang berguna untuk mengolah data dan instruksi. Core ini memiliki fisik yang dapat dilihat bentuknya, tidak seperti thread. Core ini sangat mempengaruhi kecepatan kinerja prosesor saat digunakan, baik untuk gaming, mengedit video, dll. Sekarang, prosesor telah menggunakan jumlah core yang bermacam-macam ada yang 2 (dual core), 4 (quad core), 8 (octa core), dan beberapa prosesor tertentu menggunakan jumlah core yang lebih banyak.
  • Thread
    Berbeda dengan core, thread tidak dapat dilihat secara fisik bentuknya. Komponen CPU ini berfungsi untuk “mengantarkan” instruksi ke core untuk diolah. Oleh karena itu, jumlah thread mempengaruhi juga kualitas kinerja dari CPU. Semakin banyak thread pada masing-masing core, maka makin cepat juga kinerja prosesor. Pada umumnya, prosesor sekarang menggunakan 1 atau 2 thread pada setiap core.
  • Cache
    Cache berfungsi untuk mengurangi waktu yang diperlukan prosesor untuk mengakses data yang tersimpan di memori utama atau kita kenal dengan RAM (Random Access Memory). Berbeda dengan RAM, cache ini terpasang bersama dengan prosesor dan memiliki ukuran yang lebih kecil. RAM berkisar di ukuran 2 GB – 32 GB atau lebih, tetapi cache pada umumnya paling besar hanyalah 50 MB.
  • Clock Speed
    Clock speed ini seringkali kita lihat dengan satuan GHz (Gigahertz), yaitu frekuensi dari kinerja yang dimiliki prosesor. Frekuensi yang dimiliki ini menandakan banyaknya clock cycle yang dapat dilakukan prosesor tiap detiknya. Pada setiap clock cycle-nya, prosesor dapat mengolah 1 atau lebih data/instruksi. Sebagai contoh prosesor dengan spesifikasi 3,6 GHz akan mampu melakukan clock cycle sebanyak 3,6 miliar tiap detiknya. Ada juga istilah overclock, yang bertujuan meningkatkan clock speed prosesor sehingga kinerjanya lebih cepat.

Prosesor memiliki 3 tahapan secara umum dalam mengolah suatu data/intstruksi, yaitu:

  • Fetch (menerima)
    Prosesor akan menerima data atau instruksi dari komponen komputer yaitu RAM yang merupakan komponen terpisah. Data yang diterima oleh prosesor ini akan diolah pada proses selanjutnya, yaitu decode (menerjemahkan).
  • Decode (menerjemahkan)
    Data/ intruksi akan diolah menjadi informasi yang berarti bagi prosesor tersebut. Prosesor akan menganalisa instruksi yang akan dijalankan, terutama untuk menentukan bagian chip CPU mana yang akan digunakan untuk memproses instruksi tersebut.
  • Execute
    Mengeksekusi instruksi, yaitu mampu menjalankan program sesuai dengan perintah atau instruksi yang diberikan.

Dalam penggunaannya, Anda juga perlu memantau kinerja dan kondisi dari prosesor. Salah satu indikasi kondisi prosesor yang baik adalah suhu yang optimal. Dalam kondisi normal, prosesor akan bekerja pada suhu 50oC – 75oC. Anda dapat melihat artikel ini untuk mengetahui cara mengecek suhu prosesor dan perangkat keras lainnya

Apabila Anda mencari rekomendasi dalam membeli prosesor, Anda bisa melihat artikel kami berikut ini:

Bagi Anda yang emngalami masalah prosesor terlalu panas, Anda dapat mengunjungi artikel ini

Motherboard

Motherboard merupakan salah satu komponen utama di komputer karena motherboard memiliki peran untuk mengatur alokasi daya yang diperlukan oleh masing-masing komponen komputer lainnya (prosesor, VGA, soundcard). Selain itu motherboard juga menjadi tempat untuk memasang komponen-komponen tersebut agar terhubung satu sama lain. Motherboard ini menentukan jenis/seri prosesor, RAM, dan VGA yang bisa digunakan pada motherboard tersebut.

Berikut kami tampilkan diagram perangkat keras motherboard dan letak-letak komponen lainnya di dalam motherboard tersebut.

Perangkat Keras Motherboard
1. CPU socket2. Chipset3. DIMM/RAM slots
4. PCIe x16 slot5. PCI x1 slot6. M.2 connector
7. SATA ports8. Front panel connectors9. USB 2. header
10. USB 3.1 Gen1 header11. USB 3.1 Gen2 header12. ATX power connector
13. CPU power connector14. BIOS chips15. CMOS battery
16. Fan headers17. Front panel header18. VRM heatsink
19. COM/Serial header20. TPM header21. RGB header
Catatan: Perlu diingat bahwa tidak semua motherboard mempunyai komponen seperti tabel di atas. Sebagian motherboard mungkin memiliki jumlah komponen yang lebih banyak/sedikit dan letak yang mungkin berbeda

Hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar motherboard antara lain:

  • Tipe Socket Processor
    Tiap motherboard mempunyai tipe socket dan chipset yang spesifik. Hal ini menentukan jenis prosesor yang bisa dipasang di motherboard tersebut. Sebagai contoh, motherboard yang mempunyai socket LGA 1151 dengan chipset Intel seri 300 hanya dapat dipasang prosesor Intel Core generasi ke 8 dan 9 serta beberapa prosesor Pentium dan Celeron.
    Catatan: Perlu diperhatikan bahwa socket yang sama belum berarti memiliki chipset yang sama. Contohnya, Intel Core generasi 6 dan 9 sama-sama termasuk socket LGA 1151, namun keduanya memiliki chipset yang berbeda. Dengan demikian, motherboard yang mendukung Intel Core generasi 9 tidak dapat dipasang Intel Core generasi 6, demikian pula sebaliknya.
  • Form Factor
    Motherboard memiliki beberapa ukuran yang berbeda-beda. Secara umum, ada 3 ukuran/form factor motherboard, yaitu ATX, micro-ATX (mATX), dan mini-ITX. Hal ini akan menentukan slot apa saja yang tersedia di motherboard tersebut serta ukuran casing yang diperlukan.
  • Memori (RAM) yang didukung
    Selain menentukan tipe prosesor yang bisa dipasang, chipset juga menentukan jenis dan kecepatan RAM yang bisa dipasang di motherboard. Sebagai contoh, chipset Intel seri 300 dapat mendukung RAM DDR4
  • Konektor dan Slot Ekspansi
    Beberapa komponen membutuhkan konektor atau slot khusus seperti eSATA, HDMI, PCI-Express, dan lain-lain. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan konektor dan slot apa saja yang tersedia di motherboard

GPU/ VGA/ Kartu Grafis

Perangkat Keras VGA

GPU (Graphics Processing Unit)/ VGA (Video Graphics Array) atau kartu grafis ini merupakan perangkat keras yang berfungsi untuk menerjemahkan kode dan instruksi menjadi gambar yang bisa kita lihat di monitor komputer. Hal ini dilakukan ketika prosesor mengolah data dan mengirimkannya ke VGA untuk nantinya diolah lebih lanjut menjadi gambar.
Di dalam VGA, ada beberapa istilah yang Anda perlu ketahui:

  • Core
    Merupakan bagian VGA yang berguna untuk mengolah data menjadi gambar. Brand seperti NVIDIA menyebutnya sebagai “CUDA core”, sedangkan AMD Radeon menyebutnya sebagai “stream processor”. Kinerja dari jumlah VGA sebanding jumlah dengan jumlah core yang dimilikinya. Selain itu, ada juga “tensor core” yang merupakan jenis core baru buatan NVIDIA pada VGA seri RTX.
  • Clock Speed
    Seperti pada CPU, clock speed menunjukkan seberapa besar frekuensi yang dimiliki oleh suatu VGA dalam bekerja. Sebagai contoh, VGA yang memiliki spesifikasi 1600 MHz dapat melakukan clock cycle sebanyak 1,6 miliar kali tiap detiknya. Semakin besar clock speed suatu VGA, maka semakin cepat juga kinerja (Dengan konteks spesifikasi lainnya sama).
  • VRAM (Video Random Access Memory)
    VRAM adalah ukuran RAM yang dimiliki oleh suatu VGA. Berbeda dengan RAM biasa, VRAM ini secara khusus digunakan oleh VGA pada saat bekerja. Meskipun pada komputer terdapat shared memory (RAM biasa yang dapat digunakan juga oleh VGA), tetapi performa VGA akan lebih baik saat menggunakan VRAM karena waktu proses yang lebih cepat pula.
  • GDDR (Graphic Double Data Rate)
    GDDR merupakan jenis dari memori yang didesain khusus untuk kartu grafis. (contoh: GDDR5, GDDR6)
  • TDP (Thermal Design Power)
    Kepanjangan dari Thermal Design Power, yaitu seberapa besar panas yang dapat digunakan oleh suatu perangkat keras komputer (dalam hal ini VGA) dalam bentuk watt. Hal yang perlu diperhatikan adalah, TDP berbeda dengan penggunaan daya sebagaimana TDP menunjukkan jumlah panas, bukanlah daya.
  • Rekomendasi PSU
    Ukuran PSU yang direkomendasikan ini biasanya jauh di atas TDP VGA Anda, karena rekomendasi itu mencakup komponen kompoter yang lainnya (Monitor, CPU, dan perangkat keras lainnya yang membutuhkan daya).

Di dalam penggunaannya, umumnya suatu VGA juga dapat di-overclock, yaitu meningkatkan kinerja VGA dengan memperbesar clock speed yang dimiliki. Akan tetapi, hal ini harus diimbangi dengan sistem pendingin komputer yang lebih kuat pula.

Apabila Anda mencari rekomendasi dalam membeli VGA, Anda bisa melihat artikel kami berikut ini:

Sound Card

Sound card adalah komponen perangkat keras yang berfungsi untuk memproses data suara (audio) yang masuk atau keluar dari komputer. Same seperti dengan prosesor dan VGA, soundcard ini akan menerima data yang telah diolah oleh prosesor. Selanjutnya, data tersebut diproses sound card kemudian dihasilkan dalam bentuk audio/suara yang dapat kita dengar melalui perangkat seperti speaker atau headphone.

Berdasarkan letaknya, sound card dibagi menjadi 3 jenis:

  1. Integrated sound card
    Integrated sound card
    Integrated sound card sering disebut juga dengan sound card onboard. Jenis ini merupakan sound card yang menyatu dengan motherboard. Nyaris seluruh motherboard modern mempunyai sound card tipe ini, sehingga hampir bisa dipastikan bahwa Anda memperoleh integrated sound card ketika Anda membeli motherboard.
  2. Internal discrete sound card
    Sound card offboard
    Jenis ini sering disebut juga dengan sound card offboard. Sound card ini merupakan sound card yang letaknya terpisah dengan motherboard. Sound card ini dipasang pada slot PCI/ PCI Express/ISA yang ada di motherboard.
  3. External discrete sound card
    External Sound Card
    Sering disebut juga dengan sound card external. Jenis ini merupakan sound card yang terletak di luar laptop/komputer. Pada umumnya, sound card external ini dihubungkan ke komputer/ laptop dengan menggunakan USB. Sound card external biasanya digunakan untuk meningkatkan performa suara komputer/ laptop
Untuk mengetahui sound card yang terpasang di laptop/komputer, Anda dapat melihat artikel ini

Hard Disk Drive (HDD)

Hardware Hard Disk Drive (HDD)

Hard Disk Drive merupakan komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data. HDD menggunakan piringan berputar yang dilapisi bahan magnetik untuk menyimpan data. Piringan tersebut akan dibaca oleh magnetic heads yang terhubung ke actuator arm.

Meski RAM dan HDD sama-sama berfungsi menyimpan data, namun keduanya berbeda fungsi. RAM berfungsi untuk menyimpan data sementara, di mana data tersebut akan hilang saat komputer dimatikan. Sementara itu, HDD merupakan tempat penyimpanan data permanen. Permanen di sini bukan berarti data tidak dapat dihapus, melainkan data yang ada di HDD akan tetap tersimpan meski komputer dimatikan.

HDD mempunyai beberapa ukuran. Ukuran HDD yang paling sering dijumpai adalah 3,5 inci yang digunakan untuk komputer desktop dan 2,5 inci yang biasanya digunakan untuk laptop (meski bisa juga digunakan di komputer desktop). Di samping ukuran, HDD mempunyai kapasitas yang sangat bervariasi. HDD komputer modern mempunyai kapasitas mulai dari 250 GB hingga 4 TB atau bahkan lebih

Karakteristik HDD lain yang perlu diketahui adalah kecepatan rotasi. Sebagian besar HDD mempunyai kecepatan rotasi 4500, 5400, dan 7200 rpm (rotation per minute). Semakin cepat kecepatan rotasinya, maka semakin cepat pula kecepatan transfer datanya. Namun, perlu diingat bahwa hal ini juga mengakibatkan HDD semakin berisik dan semakin cepat panas pula.

Tips: Anda dapat melakukan defrag pada harddisk untuk mempercepat kinerja komputer Anda. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan defrag. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai defrag dan cara melakukannya, Anda bisa membaca artikel berikut ini:

Solid State Drive (SSD)

Hardware Solid-state Drive (SSD)

Serupa dengan HDD, Solid State Drive (SSD) merupakan merupakan komponen yang juga berfungsi untuk menyimpan data secara permanen. SSD dinamakan penyimpanan yang solid-state karena menggunakan komponen tidak bergerak (umumnya berupa memori flash) untuk menyimpan data. Hal ini berbeda dengan HDD yang menggunakan piringan magnetik yang bergerak untuk penyimpanan datanya

Dibandingkan dengan HDD, SSD relatif lebih rentan terhadap benturan dan lebih senyap. Selain itu, SSD juga menggunakan daya yang lebih kecil dibanding HDD. Salah satu kelebihan utama SSD terletak pada kecepatannya. Secara umum, SSD mempunyai kecepatan baca/tulis sekitar 2 – 5x lebih cepat dibandingkan HDD. Namun, perlu diingat bahwa hal ini juga tergantung dari banyak hal, misalnya merk dan tipe HDD dan SSD yang digunakan serta konektor yang dipakai

Perbandingan kecepatan SSD dan HDD
Contoh perbandingan kecepatan SSD (kiri) dan HDD (kanan)

Dikarenakan berbagai kelebihan tersebut, sebagian orang mulai beralih dari HDD ke SSD. Namun, SSD mempunyai harga yang relatif lebih mahal dibanding HDD untuk kapasitas penyimpanan yang sama.

Tips: Banyak orang mengkombinasikan SSD dan HDD, di mana mereka menggunakan SSD sebagai media boot (drive untuk menginstall Windows) dan HDD sebagai tempat penyimpanan software dan data. Dengan demikian, komputer dapat booting dan berjalan relatif lebih cepat tanpa mengeluarkan biaya yang terlalu besar

RAM (Random Access Memory)

Perangkat Keras RAM

RAM merupakan komponen dari komputer yang berfungsi sebagai tempat menyimpan memori sementara saat komputer sedang digunakan. Memori yang tersimpan ini dapat diakses dengan cepat dan hanya bersifat sementara, yaitu ketika RAM sudah tidak memperoleh daya (komputer dimatikan) maka semua data yang tersimpan di RAM akan hilang. RAM ini berbentuk kepingan yang memiliki seri berbeda-beda.

Dari segi ukuran, terdapat dua perbedaan jenis RAM:

  • DIMM(Dual In-line Memory Module)
    DIMM merupakan jenis RAM yang digunakan pada komputer karena ukurannya yang lebih besar dibandingkan SODIMM.
  • SODIMM (Small Dual In-line Memory Module)
    Sesuai dengan namanya, SODIMM merupakan DIMM yang berukuran kecil sehingga seringkali digunakan pada laptop, notebook, dan beberapa printer atau router.

Performa RAM tidak ditentukan kecepatan kinerjanya seperti halnya prosesor dan VGA, tetapi oleh kecepatan akses ke RAM tersebut. Waktu untuk mengakses memori ini ditentukan oleh frekuensi dan timing yang dimiliki oleh RAM. Semakin kecil nilai access time, maka memori semakin cepat diakses oleh memory controller, sehingga memiliki kinerja yang lebih baik.

Pada pemasangan RAM di motherboard, ada beberapa jenis susunan yaitu :

  • Single Channel
    Singe channel merupakan susunan RAM yang hanya terdiri dari 1 kepingan RAM
  • Dual Channel
    Sesuai dengan namanya, susunan RAM terdiri dari dua kepingan RAM yang dapat bekerja secara paralel. Contoh tipe motherboard yang mendukung dual channel adalah AM4 (AMD) dan LGA 1151 (Intel)
  • Quad Channel
    Sama dengan dual channel, susunan RAM ini terdiri 4 kepingan RAM. Contoh tipe motherboard yang mendukung quad channel adalah TR4 (AMD) dan LGA 2066 (Intel)

PSU (Power Supply Unit)

Perangkat Keras PSU

PSU ini merupakan sumber energi dari komputer, yaitu komponen yang berfungsi untuk menyalurkan daya ke perangkat keras komputer lainnya. Spesifikasi PSU ini tertera dalam satuan Watt. Dalam penggunaannya, PSU akan mengubah aliran listrik AC (bolak-balik) menjadi aliran listrik DC (searah) yang voltasenya lebih rendah.

Proses konversi dari AC menuju DC oleh PSU ini, tentu berbeda-beda tiap PSU. Hal ini diperngaruhi oleh efisiensi PSU, yang biasanya sudah di atas 80%. Akan tetapi, PSU dapat digolongkan menjadi beberapa rating seperti di bawah berikut:

Tabel Perbandingan Efisiensi PSU

Monitor

Perangkat keras Monitor

Monitor merupakan salah satu komponen yang berfungsi untuk menampilkan data/informasi dari VGA menjadi gambar yang bisa kita lihat. Layar monitor memiliki resolusi layar yang berbeda-beda, beberapa yang paling sering digunakan adalah 1080p, 1440p, dan 4K (2160p). Semakin tinggi resolusi layar, maka Anda dapat memperoleh detail gambar yang lebih baik pula. Akan tetapi, semakin tinggi resolusi layar semakin berat pula kinerja VGA dalam memroses gambar.

Pada spesifikasi layar komputer, Anda mungkin akan sering melihat frekuensi (refresh rate) layar komputer dengan satuan Hertz (Hz). Refresh rate ini merupakan banyaknya monitor me-refresh gambar tiap detiknya. Misalnya, suatu layar dengan refresh rate 60 Hz dapat me-refresh gambar di layar sebanyak 60 kali tiap detiknya. Refresh rate komputer ini mempengaruhi kulaitas gambar yang sedang bergerak (misalnya video). Semakin tinggi refresh rate suatu monitor, semakin kecil pula efek ghosting yang timbul pada suatu pergerakan gambar.

Efek Ghosting pada Layar Monitor

Selanjutnya, spesifikasi layar yang penting adalah tipe panel. Panel layar ini digolongkan berdasarkan cara kerjanya dalam menkonversi data menjadi gambar. Tiga jenis panel layar yang paling sering digunakan adalah:

  • IPS (In-Plane Switching)
    Tipe panel IPS ini, terkenal dengan kemampuannya untuk menghasilkan warna yang detail dan tajam. Biasanya layar IPS ini memiliki 8-bit color, menjadikannya salah satu panel dengan warna terbaik. Selain itu, layar ini memiliki kelebihan dalam hal sudut pandang. Warna dan gambar yang dihasilkan layar ini tidak akan berubah apabila Anda melihatnya dari sudut yang berbeda-beda. Kelemahannya, umumnya layar IPS memiliki response-time yang lama dan frekuensi layar (refresh rate) yang rendah dibandingkan TN dan VA (untuk harga yang serupa).
  • TN (Twisted Nematic)
    Layar TN ini merupakan salah satu panel yang sudah paling lama digunakan. Pada umumnya orang memilih layar ini karena keunggulannya dibanding panel lain, yaitu refresh rate yang tinggi dan response-time yang cepat. Oleh karena itu, layar ini banyak digunakan dalam dunia gaming. Di samping itu, kelemahan layar ini terletak pada warna dan sudut pandang. Warna yang dihasilkan layar ini tidak setajam dan sekontras layar VA dan IPS, selain itu akan terjadi distorsi gambar saat Anda melihat dari sudut pandang tertentu (dari samping/miring)
  • VA (Vertical Alignment)
    Tipe layar ini dibuat dengan tujuan untuk mengambil kelebihan dari masing-masing panel IPS dan TN. Panel VA, memiliki kontras dan warna hitam yang lebih baik dari IPS. Dibandingkan TN, panel VA memiliki warna yang lebih tajam sekaligus distorsi yang lebih minimum sehingga lebih mampu dilihat dari segala arah. Akan tetapi, kelemahan pamel layar VA ini adalah response time yang paling lambat dibandingkan IPS dan TN.
Perbandingan TN vs IPS vs VA

Gambar di atas merupakan contoh distorsi warna yang dialami oleh panel VA dan TN. Pada layar IPS, semua sudut pandang akan tetap memiliki warna yang sama. Pada layar TN warna yang dihasilkan tidak setajam dan sekontras VA dan IPS.

Anda dapat membaca artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang monitor dan berbagai kerusakan yang sering ditemui di monitor komputer
Anda dapat membaca artikel ini apabila Anda ingin mengatur setting pada layar monitor Anda

Optical Disc Drive (ODD)

Perangkat Keras DVD ROM Drive

Optical Disc Drive merupakan komponen komputer yang berfungsi untuk membaca atau menulis data pada optical disc (CD/ DVD/ Blu-ray). Optical Disc Drive (ODD) ini bekerja dengan menggunakan sinar laser atau gelombang elektromagnetik untuk membaca atau menulis data di CD, DVD, atau Blu-ray Disc. Beberapa contoh ODD antara lain CD-ROM drive, DVD-ROM drive, BD-ROM, dan BD-RE DL recorder

Optical disc drive memiliki kecepatan baca/tulis yang berbeda-beda bergantung media yang digunakan. Kecepatan drive 1x pada CD, DVD, dan Blu-ray Disc (BD) berbeda-beda. Sebagai contoh, kecepatan drive 1x pada DVD setara dengan 11,08 Mbit/s (sama dengan 1,385 MB/s), sedangkan kecepatan drive 1x pada BD setara dengan 36 Mbit/s (sama dengan 4,5 MB/s). Sementara itu, kecepatan drive 1x pada CD hanya setara 1,229 Mbit/s (sama dengan 153 KB/s).

Keyboard

Perangkat Keras Keyboard

Keyboard merupakan perangkat keras komputer yang berfungsi untuk memasukkan input teks, karakter, dan perintah lain ke komputer. Komponen ini dihubungkan ke komputer menggunakan kabel USB atau PS/2 (model lama), atau bisa juga secara wireless menggunakan Bluetooth atau RF receiver.

Tombol-tombol yang ada di keyboard disusun dalam susunan tertentu yang disebut layout keyboard. Secara garis besar, ada 2 layout keyboard untuk alfabet Latin yaitu berbasis QWERTY dan berbasis Non-QWERTY. Di Indonesia, hampir seluruh keyboard merupakan keyboard berbasis QWERTY. Adapun contoh keyboard berbasis Non-QWERTY adalah keyboard Dvorak, Workman, Colemak, dan masih banyak lagi

Layout Keyboard Dvorak
Layout Keyboard Dvorak

Sementara itu, ada juga layout keyboard yang dikhususkan untuk bahasa tertentu, misalnya layout keyboard JCUKEN (untuk bahasa Rusia), Arabic (untuk bahasa Arab), Tibetan (untuk bahasa Tibet), dan lain-lain

Keyboard memiliki berbagai jenis yang mempunyai kelebihan masing-masing. Beberapa jenis keyboard yang sering ditemui antara lain:

  • Membrane keyboard
    Cara kerja Keyboard Membrane
    Cara Kerja Keyboard Membrane
    Membrane keyboard merupakan jenis keyboard yang cara kerjanya menggunakan membran dari karet atau silikon. Ketika Anda menekan tombol keyboard, maka membran bagian atas akan bersentuhan dengan membran bagian bawah dan menyebabkan arus listrik dapat mengalir. Sebagian besar keyboard modern merupakan keyboard jenis membrane ini
  • Mechanical keyboard
    Berbeda dengan membrane keyboard yang menggunakan membran karet/silikon, mechanical keyboard bekerja menggunakan key switch. Ketika Anda menekan tombol keyboard, maka switch akan ter-trigger dan mengirimkan sinyal listrik. Dari segi harga, mechanical keyboard ini memilki harga yang relatif lebih mahal dibandingkan membrane keyboard
  • Gaming keyboard
    Merupakan keyboard yang dikhususkan untuk gaming. Biasanya, keyboard ini mempunyai fitur tambahan seperti fungsi macro, adanya backlit, serta beberapa tombol yang diwarnai khusus (misal tombol WASD). Umumnya, gaming keyboard ini merupakan mechanical keyboard
Catatan: Pembagian keyboard di atas dapat saling tumpang tindih. Misalnya ada gaming keyboard yang merupakan membrane keyboard (bekerja dengan sistem membrane keyboard), ada pula yang merupakan mechanical keyboard.

Mouse

Perangkat keras Mouse

Mouse merupakan alat yang berguna untuk mengarahkan kursor pada komputer. Secara umum, mouse memiliki tombol kanan, tombol kiri, dan tombol scroll . Sebagian mouse (mouse gaming) memiliki tombol tambahan berupa side button, yaitu tombol tambahan yang dapat berguna mempercepat suatu akses (Contoh: Anda dapat mengatur side button mouse untuk perintah kembali).

Hal lain yang perlu diperhatikan pada mouse adalah DPI atau Dots per Inch. DPI merupakan ukuran sensitivitas mouse Anda pada saat digunakan. Semakin tinggi DPI mouse, maka semakin jauh pergerakan kursor di layar saat Anda menggerakkan mouse. Perlu diingat bahwa DPI sedikit berbeda dengan setting sensitivity di dalam game. DPI mengacu kepada kemampuan hardware, sedangkan setting sensitivity di game merupakan setting software.

Casing

Hardware Casing komputer

Casing merupakan bagian yang berguna untuk “wadah” bagi komponen komputer lainnya menjadi satu kesatuan. Pada casing, umumnya terdapat kipas, CD port, USB port, audio jack, dan port lainnya. Biasanya, jenis casing bergantung pada penggunaannya. Komputer yang ditujukan untuk gaming, biasanya menggunakan kipas yang lebih kuat atau bisa menggunakan liquid cooling system.

Sekian artikel mengenai perangkat keras/ hardware komputer. Apabila Anda mempunyai pertanyaan seputar perangkat keras/ hardware komputer, Anda dapat berdiskusi di kolom komentar di bawah ini

Referensi:

Yuk Share Artikel ini ke Teman Anda

You may also like...

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x