System Restore: Apa Itu dan Apa Efeknya terhadap Komputer

2 min read

System Restore Featured Image

Ketika Anda menginstall suatu driver dan kemudian mengakibatkan error pada Windows, ada 2 hal yang dapat Anda lakukan. Pertama adalah memperbaiki driver yang rusak, sedangkan pilihan kedua adalah mengembalikan Windows pada kondisi sebelum diinstall driver tersebut. Seringkali, pilihan kedua jauh lebih mudah daripada pilihan pertama karena memperbaiki driver mungkin dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah lagi. Sayangnya, masih banyak orang bingung bagaimana cara mengembalikan Windows ke kondisi sebelumnya.

Di sinilah System Restore menjadi jawabannya. Mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui fitur Windows yang satu ini, atau mungkin ragu menggunakannya karena takut terhadap efeknya ke sistem dan file pribadi. Di artikel kali ini, Anda dapat memahami seluk beluk System Restore mulai dari apa itu System Restore hingga apa saja efek System Restore terhadap file, program, virus, dll.

Catatan: Pada artikel ini kami menggunakan Windows 10 sebagai contoh. System Restore pada Windows 7 dan 8 hampir sama dengan Windows 10 sehingga informasi di bawah ini juga berlaku untuk Windows 7 dan 8.

Apa itu System Restore?

Apa itu System Restore

Sebenarnya, apa itu System Restore? System Restore adalah salah satu fitur yang ada di Windows yang berfungsi untuk mengembalikan Windows ke suatu titik/tanggal tertentu. System Restore dapat dianalogikan sebagai fitur “Undo” pada sistem Windows. Misalnya Anda mengupdate Windows, namun update tersebut justru membuat komputer Anda crash. Anda dapat menggunakan System Restore untuk meng-“undo” update tersebut.

Dalam System Restore, terdapat istilah restore point. Restore point ini merupakan tanggal dan jam tertentu di mana System Restore menyimpan file dan setting komputer Anda. Restore Point ini dapat disamakan dengan “checkpoint” dari komputer Anda. System Restore dapat membuat restore point secara otomatis, namun Anda juga dapat membuatnya secara manual.

Baca juga:  Cara Enkripsi File/ Folder di Windows 10, 8, dan 7

Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah apa saja yang dilakukan System Restore, apakah System Restore mempengaruhi file pribadi, dan masih banyak pertanyaan lainnya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, silakan simak uraian mengenai efek System Restore terhadap komputer Anda.

Efek System Restore terhadap Sistem Windows

System Restore bisa mengembalikan hampir semua file sistem Windows, misalnya driver, Windows update, dan registry. Bila Anda tidak sengaja menghapus file tertentu di folder Windows, atau mungkin mengutak-atik registry sehingga rusak, Anda dapat menggunakan System Restore ini untuk mengembalikan file sistem dan registry ke kondisi sebelumnya. Apabila ada update (baik Windows update maupun update program) setelah restore point terakhir, maka update terbaru tersebut akan dihapus dan akan diganti dengan versi sebelumnya. Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat contoh di bawah ini.

Efek System Restore ke Windows

Kali ini, saya ingin mengembalikan Windows ke restore point tanggal 28 Februari. Padahal, saya pernah menginstall Windows update untuk MS Office Professional Plus versi 20242 tanggal 30 Februari. Ketika saya melakukan restore, maka update versi 20242 tersebut akan dihapus dan akan dikembalikan versi sebelumnya (versi 20288)

Perhatian: Bila Anda menyalakan System Restore, Windows akan secara otomatis melakukan defrag terhadap drive Anda secara rutin. Hal ini juga berlaku meski drive Anda menggunakan SSD.

Efek System Restore terhadap File Pribadi

System Restore tidak berpengaruh terhadap file dan dokumen pribadi yang ada di komputer Anda. Misalkan Anda menaruh file word di drive C dan kemudian Anda melakukan System Restore, maka file tersebut tidak akan terhapus/ terpengaruh oleh System Restore.

Efek System Restore terhadap Program

Program yang sudah ada sejak sebelum restore point dibuat akan tetap utuh. Sementara itu, program yang diinstall setelah restore point akan diuninstall. Sebaliknya, program yang diuninstall setelah restore point akan dikembalikan/ direstore. Namun, karena System Restore hanya mengembalikan tipe file tertentu, besar kemungkinan bahwa program yang direstore tidak dapat berjalan normal akibat ada file yang kurang. Oleh karena itu, Anda disarankan melakukan install ulang pada program yang direstore tersebut.

Efek System Restore ke Program

Pada contoh di atas, saya pernah menginstall program Comanche Open Multiplayer Beta tanggal 10 Maret. Ketika saya melakukan restore ke tanggal 28 Februari, maka program tersebut akan dihapus oleh System Restore

Baca juga:  6 Cara Jitu Menghilangkan Kotak Hitam di Balik Ikon Folder (Windows 10, 8, 7)

Efek System Restore terhadap Virus/ Malware

System restore seringkali tidak menghapus virus yang ada di komputer Anda. Meski komputer Anda terinfeksi virus setelah restore point terakhir, namun besar kemungkinan virus tersebut tetap ada setelah dilakukan System Restore. Hal ini dikarenakan virus mempunyai kode tertentu yang membuatnya susah dihapus dan tertanam di dalam file sistem Windows.

Melakukan System Restore

Nah, setelah memahami apa itu System Restore dan apa yang dilakukan System Restore terhadap komputer Anda, langkah selanjutnya adalah praktek melakukannya. Untuk itu, Anda dapat membaca artikel kami selanjutnya tentang Cara Melakukan System Restore.

Catatan: Perlu diperhatikan bahwa tidak semua masalah yang berkaitan dengan sistem dapat diselesaikan dengan System Restore ini. Hal ini dikarenakan masalah tersebut mungkin sudah ada sejak sebelumnya. Misalnya Anda ingin mengatasi masalah driver VGA yang rusak dengan melakukan restore ke 3 hari lalu, namun tidak berhasil karena mungkin masalah tersebut sudah ada sejak 1 minggu yang lalu.
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments