Windows 10 OEM vs Retail vs Volume License: Apa Bedanya?

3 min read

Beda Windows 10 OEM vs Retail vs Volume License

Setelah sebelumnya dibahas mengenai perbedaan Windows original dan bajakan, kali ini kita akan mengulas mengenai berbagai jenis lisensi Windows. Bila Anda pengguna Windows, Anda mungkin pernah sesekali mendengar tentang Windows 10 Retail. Windows 10 dengan lisensi retail ini memang merupakan jenis lisensi yang banyak dijual di toko maupun website online. Namun, pernahkah Anda mendengar Windows 10 OEM dan Volume License?

Perbedaan OEM, Retail, dan Volume License

OEM (Original Equipment Manufacturer)

Lisensi OEM adalah lisensi Windows yang Anda peroleh ketika membeli komputer baru yang sudah terinstall Windows (pre-installed Windows). Lisensi ini sudah “dilekatkan” oleh pabrikan komputer (misalnya Dell, Asus) ke dalam komputer yang mereka jual. Sebagai contoh, bila Anda membeli komputer Asus All-in-One (AIO) dengan Windows 10 Pro, berarti Windows 10 Pro tersebut berlisensi OEM.

Hal yang menjadi ciri khas Windows OEM adalah lisensinya yang melekat ke hardware (khususnya motherboard). Karena terikat ke motherboard, Anda akan kehilangan lisensi OEM tersebut bila mengganti motherboard. Namun, Anda bisa meng-upgrade komponen lainnya selain motherboard. Konsekuensi lain dari lisensi OEM yang terikat ke hardware adalah Anda tidak bisa memindahkan Windows OEM ini ke komputer lainnya. Selain itu, Anda juga tidak dapat menjual Windows OEM ini ke orang lain.

Sebagai tambahan, bila Anda membeli komputer dengan Windows berlisensi OEM, maka Anda berhak mendapatkan support dari vendor komputer yang bersangkutan (Asus, Dell, dll) dan bukan dari Microsoft langsung.

Retail/ FPP (Full Packaged Product)

Windows 10 Home Retail
Windows 10 Home Retail

Lisensi Retail, atau yang resminya disebut Full Packaged Product (FPP), merupakan jenis lisensi yang paling banyak digunakan oleh pengguna Windows. Lisensi ini dapat diperoleh dengan membeli Windows dari toko resmi atau website Microsoft Store. Bila Anda membeli di toko fisik (bukan toko online), Anda akan mendapat box Windows yang biasanya berisi product key, DVD/ USB, dan buku petunjuk.

Baca juga:  5 Cara Mematikan User Account Control di Windows 10, 8, 7

Satu lisensi Retail hanya bisa diinstall di 1 komputer saja (berbeda dengan volume license yang bisa diinstall di banyak komputer sekaligus). Oleh karena itu, lisensi ini cocok bagi Anda yang hanya membutuhkan sedikit lisensi (misalnya hanya ingin menginstall di 1-2 komputer saja).

Berbeda dengan lisensi OEM, lisensi Retail ini tidak terikat dengan hardware komputer. Bila Anda memiliki lisensi Retail ini, Anda bisa memindahkan lisensi tersebut dari 1 komputer ke komputer lainnya selama Anda menonaktifkan lisensi tersebut di komputer lama.

Volume License

Volume license merupakan jenis lisensi yang diperuntukkan untuk perusahaan, universitas, atau organisasi berskala besar. Berbeda dengan lisensi retail yang harganya selalu sama, volume license ini memiliki harga yang berbeda-beda tergantung jenis, lama berlangganan, dan jumlah lisensinya. Karena membeli dalam jumlah besar, biasanya harga volume license ini juga relatif lebih murah per komputernya bila dibandingkan dengan lisensi retail.

Biasanya, volume license hanya membutuhkan 1 product key untuk mengaktivasi banyak Windows 10. Karena lisensinya terikat dengan suatu perusahaan/ organisasi, Anda tidak diperbolehkan menjual lisensi ini ke orang yang bukan bagian dari perusahaan/ organisasi tersebut.

Windows 10 OEM vs Retail: Manakah yang Sebaiknya Dipakai?

Bagi pengguna awam, volume license sudah jelas bukan pilihan kecuali Anda memiliki perusahaan yang membutuhkan Windows dalam jumlah besar. Oleh karena itu, pilihan yang tersisa adalah OEM dan Retail. Pertanyaannya, manakah yang sebaiknya Anda beli?

Untuk menentukan mana yang lebih baik, terlebih dahulu kita cek kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe lisensi:

  1. Fitur: Tidak ada perbedaan fitur antara Windows 10 OEM dan Retail. Anda bisa menggunakan semua fitur Windows 10 dan mendapatkan update yang sama dengan menggunakan kedua jenis lisensi Windows tersebut.
  2. Hardware: Bila Anda menggunakan Windows 10 Retail, Anda bisa mengganti part PC tanpa perlu takut kehilangan lisensi Windows. Lain halnya dengan Windows 10 OEM yang terikat dengan hardware. Di Windows OEM, Anda masih bisa mengganti part PC dengan bebas kecuali motherboard. Hal ini dikarenakan lisensi OEM tersebut tersimpan di BIOS yang ada di motherboard.
  3. Pemindahan Lisensi: Anda dapat memindahkan lisensi Windows 10 Retail dari komputer satu ke komputer lain, dengan catatan Anda sudah menonaktifkan Windows 10 di komputer lama Anda. Sementara itu, Windows 10 OEM tidak bisa dipindahkan ke komputer lain karena motherboard yang digunakan berbeda.
  4. Harga: Windows 10 Retail dibanderol dengan harga yang cukup mahal. Dilansir dari web resmi Microsoft, Windows 10 Home dibanderol dengan harga 2,6 juta, sementara itu Windows 10 Pro berada di harga 3,8 juta. Windows 10 OEM memiliki harga yang jauh lebih murah bila dibandingkan Windows 10 Retail. Di Amazon, Microsoft menjual Windows 10 Home lisensi OEM dengan harga 123 USD atau setara 1,8 juta. Di Indonesia pun, banyak toko online (Tokopedia, Shopee, dll) yang menjual Windows 10 OEM dengan harga hanya 100-300 ribu. Namun, kami tidak bisa menjamin apakah lisensi OEM tersebut diperoleh secara legal atau tidak.
  5. Support: Bila Anda memiliki lisensi Retail, Anda bisa langsung menghubungi Microsoft Support untuk memperoleh bantuan bila terjadi kesulitan saat aktivasi. Lain halnya dengan lisensi OEM. Bila Anda mempunyai lisensi OEM dan mencoba menghubungi Microsoft Support, ada kemungkinan Anda akan diminta menghubungi produsen komputer Anda secara langsung (meski tidak selalu).

    Update (14/7): Salah seorang pembaca di Facebook yang memiliki lisensi Windows OEM mengatakan bahwa dirinya berhasil menghubungi Microsoft Support secara langsung ketika ada masalah terkait Windows-nya. Hal ini menunjukkan bahwa meski Anda memiliki lisensi OEM, tidak menutup kemungkinan Anda tetap bisa menerima support dari Microsoft secara langsung.

Bagaimana Cara Mengeceknya?

Untuk mengetahui jenis lisensi Windows 10 yang terinstall di komputer, Anda bisa menggunakan cara di bawah ini:

  1. Ketik cmd di kotak Search, kemudian pada hasil pencarian akan muncul Command Prompt. Klik kanan Command Prompt tersebut lalu pilih Run as administrator
    Klik kanan Command Prompt lalu pilih Run as administrator
  2. Ketik perintah slmgr.vbs /dli di Command Prompt kemudian tekan Enter
    Mengetikkan Perintah di CMD
  3. Setelah 4-5 detik, jendela Windows Script Host akan terbuka. Anda bisa melihat jenis lisensi Anda di jendela tersebut
    Contoh Lisensi Windows 10 Retail

Kesimpulan

Apakah Anda sudah menentukan pilihan lisensi Windows 10 yang tepat untuk Anda? Bila Anda masih bingung, berikut rekomendasi dari kami:

  • Bila Anda membeli komputer yang sudah memiliki Windows 10 di dalamnya (Windows 10 OEM), kami sarankan Anda untuk tetap menggunakan Windows 10 OEM tersebut selama Anda tidak mengganti motherboard.
  • Bila Anda merakit komputer sendiri, kami menyarankan Anda untuk membeli Windows 10 Retail. Meski lebih mahal, namun Anda dapat meng-upgrade semua part PC termasuk motherboard. Selain itu, Anda juga bisa memindahkan lisensinya ke komputer lain bila dibutuhkan.
  • Bila Anda memiliki organisasi/ perusahaan yang memerlukan Windows dalam jumlah besar, maka kami menyarankan Anda untuk menggunakan volume licensing agar harga per komputernya bisa menjadi lebih murah
Baca juga:  Cara Menghapus, Memindahkan, atau Mengubah Ukuran Pagefile

Sekian artikel mengenai perbedaan Windows 10 OEM, retail, dan volume license. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan terkait jenis-jenis lisensi Windows, Anda bisa bertanya lewat kolom komentar di bawah ini.

Pernahkan Anda mendengar atau bahkan membeli product key Windows 10 OEM/ retail yang diklaim “asli” namun hanya seharga 100-200 ribu? Anda dapat membaca apa sebenarnya product key tersebut di artikel ini.
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments